Pada tanggal 24 Agustus 09, Elly Rostini mengadukan permasalahannya melalui facebook account penulis. Berita itu mengatakan, “Kandang saya dibongkar Satpol PP tanpa memerdulikan perijinan-perijinan yg saya miliki. Banyak kejanggalan dalam masalah saya, karena masyarakat dan tokoh-tokohnya banyak yang mendukung. Tolong saya pak, saya harus mengadu kemana ? Terimakasih”.
Perihal diatas langsung penulis rilis di facebook account penulis, dan mendapat beberapa tanggapan. Dari beberapa tanggapan itu, intinya agar permasalahan ini dihadapi secara kolektif yaitu melalui organisasi peternak seperti PPUN (untuk tingkat lapangan) dan GOPAN untuk lobi tingkat nasional.
Hari ini, tanggal 26 Agustus 09, penulis mengadakan wawancara via telepon. Dalam wawancara itu Elliymengatakan, kandangnya berlokasi di Desa Cibanon, Kampung Ciangsana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Alasan pembongkaran, karena kandang tidak ber-IMB. Anehnya, saat ini kandang tersebut sudah berdiri dilokasi tersebut sejak 11 tahun lalu. “Kehadiran kandang berkapasitas 15 ribu ekor itu, selama ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena sebagaian besar karyawan berasal dari daerah setempat”, kata Elli via telepon sellulernya.
Akankah kita diam? Siapa yang harus peduli kalau bukan masyarakat perunggasan sendiri? Penulis khawatir, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi perunggasan. Saptono Adi Muryanto/
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Menikahkan anak adalah salah satu kewajiban orang tua terhadap anaknya. Bisa juga dikatakan sebagai kewajiban yang paling penting bagi setiap orang tua. Mengapa? Karena pernikahan adalah gerbang untuk memasuki babak baru dalam kehidupan manusia. Tidak hanya untuk kedua mempelai, melainkan bagi segenap keluarga besar kedua mempelai. Begitu pentingnya pernikahan, sehingga dikatakan, menikahkan anak adalah puncak kebahagiaan bagi orang tua.
Itulah kebahagiaan yang saat ini direguk oleh keluarga besar H Tri Hardiyanto dan besannya H Firmansyah Arifin. Pada 05 Juli 2009 lalu, mereka menikahkan putra-putrinya yaitu, Abbi Angkasa Perdana Darmaputra dan Rena Sarah Oktiviyani Rena di Menara 165 Jakarta.
Butuh waktu lebih dari setahun untuk mempersiapkan perhelatan pernikahan itu. Sepertinya waktu berjalan dengan sangat cepat. Setelah kira-kira dua bulan, secara intensif keluarga dan panitia mempersiapkan, tibalah saat yang dinanti. Upacara akad nikah dimulai pada tanggal 05 Juli 09, sekitar pukul 07.00 pagi. Setelah petugas KUA dan semua perangkat yang dibutuhkan siap. Mempelai pria didampingi kedua orang tua dan adik-adiknya, memasuki ruang akad pada pukul 07.40. Sekitar 10 menit kemudian, menyusul mempelai wanita didampingi keluarga.
H Firmansyah Arifin, ayah kandung dari mempelai wanita, menjadi wali nikah untuk putrinya. Akad nikah berlangsung lancar, Ijab qabul hanya berlangsung sekali, lancar, tegas dan langsung dinyatakan sah oleh para saksi. Prosesi akad berakhir pada 08.30, dan dilanjutkan dengan nasehat nikah oleh Dr Mar’ie Muhammad. Dalam nasehatnya, mantan Menteri Keuangan RI itu, berpesan hendaklah pernikahan menjaga 3 hal, yaitu; Kehidupan, Harta, Kehormatan dan Martabat. “Kehidupan ini harus dijaga, karena kehidupan adalah Sunnatullah (kehendak Allah)”, kata pria berjuluk Mr Clean ini. “Pernikahan adalah salah satu cara untuk menjaga kehidupan itu. Karena dengan pernikahan, kehidupan akan lestari.
Pernikahan adalah batas antara kehidupan babak lama dengan kehidupan babak yang baru”, urainya. Terkait dengan harta, mantan aktifis mahasiswa angkatan 66 ini mengatakan, kewajiban memberi harta (nafkah) kepada istri akan menjadi tanggung jawab suami. “Islam mengajarkan, harta yang dimiliki suami adalah harta milik berdua, sedangkan harta yang dimiliki istri sepenuhnya milik istri.
Namun, kewajiban menjaga harta (bila suami pergi keluar rumah) adalah tugas istri”, tegasnya. “Yang terakhir, hendaklah pasangan suami istri saling menjaga kehormatan dan martabat”, pesan Mar’ie. Usai prosesi akad, acara dilanjutkan dengan upacara pengantin adat Sunda dan diteruskan menuju pelaminan.
Di pelaminan, kedua mempelai dan keluarga besar baru itu, mendapat kehormatan dengan hadirnya Dr Ary Ginanjar Agustian untuk memberikan sambutan dan nasehat. “Seharusnya saya tidak disini karena ada acara lain. Namun, rupanya Allah SWT berkehendak agar saya ada disini”, kata pendiri dan CEO ESQ LC itu.
Pagi itu, saya satu mobil dengan Drh Anas Sudjatmiko pimpinan Rancamaya Farm, berangkat dari rumahnya di kawasan BSD City Tangerang, tanggal 1 Juli 2009, tepat pukul 06.30 WIB. Kami berangkat ke Bogor untuk memenuhi undangan H Tri Hardiyanto dalam rangka ‘Pengajian Pra Pernikahan’ putranya Abbi Angkasa Perdana Darmaputra dengan Rena Sarah Oktiviyani pada hari Minggu, 5 Juli 2009 besok.
Acara Pengajian Pra Pernikahan itu, dikemas dalam bentuk zikir berjamaah oleh Majelis Zikir Al-Hikmad Pimpinan KH Muslikhin dan Tabina ESQ Pimpinan Oma Hj Anna Rochim Agustjik.
Hadir pada perhelatan itu, segenap keluarga besar GOPAN, eksekutif perusahaan perunggasan, akademisi dan Alumni ESQ serta manajemen ESQ LC dan Menara 165.
Mengundang dengan Hati
Disela perhelatan itu, kepada GopanIndonesia.com, H Tri Hardiyanto menyatakan berharap agar segenap stakeholder perunggasan turut hadir untuk memberi restu pernikahan putranya. “Saya sekeluarga mengundang segenap stakeholder perunggasan. Bila masih ada yang belum menerima surat undangan, maka kami mengundang mereka dengan hati”. Kata ketua GOPAN itu.Saptono Adi Muryanto/
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Fill Hasny Yunus saat memberikan sambutan. Foto; Saptono Adi Muryanto
Satu lagi usaha kemitraan dan budidaya broiler lahir. Digawangi Markus untuk TJMF dan Yoyok untuk Best, pada tanggal 23 April lalu kedua usaha itu resmi berdiri. Markus mengawali karirnya di perusahaan pakan ternak pada tahun 1997. Masih di perusahaan yang sama, tahun 1998 - 2009 menangani kemitraan. Dan mulai 2009 ini di TJMF. Sementara itu, Yoyok pernah bekerja perusahaan obat hewan sejak tahun 2000 hingga 2004. Kemudian ke pakan ternak hingga awal 2009, kemudian merintisBest.
Tema yang diangkat pada perhelatan itu adalah ‘aktif, Kreatif dan Inovatif’. Tema ini menggambarkan kedua usaha tersebut akan selalu menggali potensi perunggasan di wilayah Serang Timur. Kreatif dalam menghadapi tantangan dan terus berinovasi dalam memberikan berbagai alternatif kepada peternak maupun masyarakat konsumen.
Suara suplier
Usaha peternakan ayam tidak bisa berdiri sendiri. Usaha ini membutuhkan dukungan suplier. Fill Hasny Yunus dari PT Charoen Pokphand Indonesia kepada www.gopanindonesia.com menyatakan siap menyuport. “Bagaimanapun usaha ini untuk kesejahteraan masyarakat banyak”, kata Fill. “Saya optimis. Kami bisa bekerja sama dan berkembang seiring sejalan dengan TJMF dan best”, lanjutnya.
Sementara itu Denny Kusmanto dari PT Japfa Comfeed Indonesia menyatakan siap mendukung. “Dukungan ini selaras dengan mission untuk menyediakan protein hewani yang berkualitas dengan harga terjangkau. Dan vision untuk membangun badan bangsa Indonesia yang maju dan bermartabat”, kata Denny. Saptono Adi Muryanto
Bogor, 19 April 2009. Berlangsung di rumahnya, di kawasan perumahan Taman Yasmin Bogor, Ir H Tri Hardiyanto menggelar zikir berjamaah dalam rangka perayaan ulang tahun putra ke tiganya yaitu Tiga Putra Perkasa. Acara berlangsung khidmad sejak tepat pukul 08.00 hingga tengah hari. Zikir dipimpin oleh KH Zein Jarnudzi, pimpinan pondok pesantren Rouldhoh Al Hikam Cibinong Bogor Jawa Barat. Hadir pula para santri, anak yatim dan Jamaah Zikir Al-Khidmah cabang Bogor pimpinan KH Muslikhin.
Tidak ketinggalan para peternak dan para suplier sarana produksi peternakan unggas. Dalam kata sambutannya, Tri Hardiyanto mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang hadir. Dan terkait ulang tahun putranya itu, Tri Hardiyanto secara khusus mengucapkan terima kasih kepada istrinya. “Yang paling pantas diberi ucapan selamat dan ucapan terima kasih dalam acara ini adalah Ibunya”, kata dia. “Karena, ibunya lah yang berdarah-darah saat melahirkan dan yang paling lelah saat membesarkan dan mendidik putra kami”, lanjut ayah tiga putra ini.
Ia sebagai pusat orbit
Acara bernuansa religius di lingkungan peternak unggas, bukan sekali ini digelar. Ir H Setya Winarno saat menggelar acara ulang tahun perusahaannya juga menghadirkan nuansa yang sama. “Nuansa ini bukan trend, melainkan sebuah kebutuhan untuk terus mendekat kepada orbit”, kata Winarno saat itu.
Senada dengan Winarno, Tri Hardiyanto juga mengatakan, apa yang dilakukannya adalah hal kecil untuk tujuan yang sangat besar. “Apa yang kami lakukan ini adalah upaya untuk terus ingat kepada-Nya. Jangan sampai aktifitas (baca; pergulatan) di bisnis perunggasan menjadikan kita lupa. Ia adalah pusat orbit yang haqiqi”, pesannya. Saptono Adi Muryanto/
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it