“Pembaca koran naik drastis di Amerika Serikat, tapi pembeli koran turun drastis. Demikian juga pemirsa laptop naik drastis dan pemirsa tv turun drastis”. Demikian Dahlan Iskan dalam “kolom Dahlan Iskan” jpnn.com, 09 Februari 2009. Jawa Pos News Network (JPNN) yang dikelolanya itu, merupakan media edisi online milik Jawa Pos Grup.
Lebih lanjut, pria yang selalu mengenakan sepatu kets ini, menulis; Untuk kali pertama dalam sejarah media, pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS pada 21 Januari lalu lebih banyak ditonton lewat laptop (baca; online) daripada lewat pesawat televisi.
Bukan hal sederhana. Masih menurut raja media ini, naiknya pembaca koran lewat internet dan meningkatnya pemirsa laptop untuk peristiwa besar telah menyusutkan pendapatan iklan kedua jenis media itu. “Akibatnya, grup surat kabar terkemuka di dunia Chicago Tribune sudah menyatakan bangkrut”, tulisnya.
Berdasarkan trend tersebut, Koran-koran di Indonesia diprediksi lima tahun kedepan akan menghadapi ancaman on line itu. Mengapa lima tahun? Jawabnya ini: akhir tahun depan pembangunan Palapa Ring tahap pertama selesai. Yakni, penanaman jaringan fiber optic sejauh 3.000 km di banyak kota di Indonesia. Dengan jaringan fiber optic yang demikian luas, koridor untuk on line sangat leluasa.
Akses internet akan mengalami percepatan yang menggila. Apalagi, kalau Palapa Ring sudah terbangun sempurna lima tahun lagi. "Jalan tol" di bawah tanah itu akan jauh meninggalkan kelancaran jalan tol yang di atas tanah.
Tulisan ini, dirilis jpnn.com dalam rangka memperingati hari pers nasional, 09 Februari 2009.
GopanIndonesia.com lokomotif media perunggasan on line
Tulisan ini sangat menarik bagi manajemen GopanIndonesia.com. Mengapa? GopanIndonesia.com adalah media yang dibangun oleh Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), untuk menjembatani informasi dan komunikasi peternak ayam nasional. Media dengan motto “Aspirasi Peternak Ayam Nasional” ini, memang disajikan dalam bentuk online. Adapun media cetak yang akan diterbitkan, hanyalah penunjang bagi eksistensi GopanIndonesia.com.
Dengan demikian, pilihan GOPAN untuk menggunakan media on line sangatlah tepat. Saat ini, memang masih banyak keraguan diantara stakeholders. “Sudahkan peternak ayam mengakses internet?”, begitu kata mereka.
Keraguan seperti ini, tentu tidak harus disikapi dengan emosional. Karena, keraguan itu segera terjawab dengan terkoneksinya seluruh peternak anggota GOPAN dengan teknologi modern yang bernama internet.
Kiranya, ide Drh Anas Sudjatmiko tentang “Laptopisasi peternak ayam” akan terwujud dengan cepat. Dan GopanIndonesia.com, benar-benar menjadi lokomotif media perunggasan on line. Salam, Saptono Adi Muryanto
“Pembaca koran naik drastis di Amerika Serikat, tapi pembeli koran turun drastis. Demikian juga pemirsa laptop naik drastis dan pemirsa tv turun drastis”. Demikian Dahlan Iskan dalam “kolom Dahlan Iskan” jpnn.com, 09 Februari 2009. Jawa Pos News Network (JPNN) yang dikelolanya itu, merupakan media edisi online milik Jawa Pos Grup.
Lebih lanjut, pria yang selalu mengenakan sepatu kets ini, menulis; Untuk kali pertama dalam sejarah media, pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS pada 21 Januari lalu lebih banyak ditonton lewat laptop (baca; online) daripada lewat pesawat televisi.
Bukan hal sederhana. Masih menurut raja media ini, naiknya pembaca koran lewat internet dan meningkatnya pemirsa laptop untuk peristiwa besar telah menyusutkan pendapatan iklan kedua jenis media itu. “Akibatnya, grup surat kabar terkemuka di dunia Chicago Tribune sudah menyatakan bangkrut”, tulisnya.
Berdasarkan trend tersebut, Koran-koran di Indonesia diprediksi lima tahun kedepan akan menghadapi ancaman on line itu. Mengapa lima tahun? Jawabnya ini: akhir tahun depan pembangunan Palapa Ring tahap pertama selesai. Yakni, penanaman jaringan fiber optic sejauh 3.000 km di banyak kota di Indonesia. Dengan jaringan fiber optic yang demikian luas, koridor untuk on line sangat leluasa.
Akses internet akan mengalami percepatan yang menggila. Apalagi, kalau Palapa Ring sudah terbangun sempurna lima tahun lagi. "Jalan tol" di bawah tanah itu akan jauh meninggalkan kelancaran jalan tol yang di atas tanah.
Tulisan ini, dirilis jpnn.com dalam rangka memperingati hari pers nasional, 09 Februari 2009.
GopanIndonesia.com lokomotif media perunggasan on line
Tulisan ini sangat menarik bagi manajemen GopanIndonesia.com. Mengapa? GopanIndonesia.com adalah media yang dibangun oleh Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), untuk menjembatani informasi dan komunikasi peternak ayam nasional. Media dengan motto “Aspirasi Peternak Ayam Nasional” ini, memang disajikan dalam bentuk online. Adapun media cetak yang akan diterbitkan, hanyalah penunjang bagi eksistensi GopanIndonesia.com.
Dengan demikian, pilihan GOPAN untuk menggunakan media on line sangatlah tepat. Saat ini, memang masih banyak keraguan diantara stakeholders. “Sudahkan peternak ayam mengakses internet?”, begitu kata mereka.
Keraguan seperti ini, tentu tidak harus disikapi dengan emosional. Karena, keraguan itu segera terjawab dengan terkoneksinya seluruh peternak anggota GOPAN dengan teknologi modern yang bernama internet.
Kiranya, ide Drh Anas Sudjatmiko tentang “Laptopisasi peternak ayam” akan terwujud dengan cepat. Dan GopanIndonesia.com, benar-benar menjadi lokomotif media perunggasan on line. Salam, Saptono Adi Muryanto
AKTIVITAS peribadatan bukan hanya berpengaruh pada kesehatan jiwa. Dari penelitian yang ada, aktivitas peribadatan ternyata juga mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Seperti penelitian yang dilakukan Sholeh M pada tahun 2002, salat tahajut ternyata mampu menigkatkan kadar limfosit dan imunoglobin. ”Dari penelitian yang dilakukan seseorang yang menjalankan salat tahajut secara rutin, setelah empat minggu kadar limfosit dan imunoglobin akan meningkat tajam,” ujar Prof Dr dr Mohammad Fanani SpKJ (K). Meningkatnya kadar limfosit dan imunoglobin, lanjut Fanani, juga menggambarkan makin tingginya daya tahan tubuh secara imunologik. ”Peningkatan ini akan terus terjadi sampai minggu kedelapan,” urainya.
Selain salat tahajut, aktivitas peribadatan yang terbukti mempengaruhi kesehatan fisik adalah puasa. Dari penelitian yang dilakukan Zainullah tahun 2005 lalu, aktivitas puasa terbukti meningkatjan kadar limfosit dalam tubuh. Fanani mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan limfosit terjadi pada hari ke 16 hingga 26 pelaksanaan puasa. ”Hanya, pada awal pelaksanaan puasa menunjukkan adanya gejala stress yang tergambar dengan meningkatnya kadar kortisol. Namun, kondisi ini hilang setelah memasuki minggu kedua,” paparnya.
Dikatakan Fanani, penelitian Zainullah ini dilakukan dengan sample para santri di suatu pondok pesantren. Penelitian dilakukan selama tiga minggu sebelum Ramadhan sampai dengan hari ke 26 puasa. ”Nah, penilaian subtansi imunologik diambil beberapa tahap. Yakni sebelum pelaksanaan puasa dan pada ibadah puasa dilaksanakan,” urainya.
Hasil peneltian ini, lanjut Fanani, semakin menujukkan adanya korelasi positif antara tuntunan agama dengan kesehatan manusia. ”Jadi telah ada perubahan besar terhadap pandangan pda pakar kesehatan tentang komitmen agama. Saat ini para pakar kesehatan mempunyai pandangan agama sangat berpengaruh pada kesehatan manusia. Bukan hanya fisik saja, tapi juga rohani serta jiwa,” tandasnya. (sam) sumber; radaryogya.co.id
Krisis ekonomi menyeruak sejak Juli 2007 di Amerika Serikat. Krisis ini kemudian berimbas pada krisis lembaga keuangan yang berpengaruh di negara adidaya itu. Dan menyeret perusahaan-perusahaan multinasional seperti Lehman Brothers, Fredy Mae, Merryl Lych, dan GM.
Tak disangka. Krisis yang terjadi nun jauh dibarat itu, berdampak cukup berat bagi Indonesia. Industri perunggasan sebagai salah satu pilar perekonomian nasional tidak mampu mengelak. Pekan ke-4 November 2008, penetapan harga posko yang pada kurun waktu lebih dari setahun cukup kuat, mulai mengalami potongan yang signifikan di lapangan. Penurunan harga jual, terutama untuk broiler, terkesan berlebihan.
Dari berbagai laporan yang dikumpulkan gopanindonesia.com, para peternak unggas nasional mengambil sikap untuk tidak terseret arus. Tri Kisowo Jumino (Nono) yang ditemui di Bogor, 25 November 2008 mengatakan, “Mestinya ada sikap dari peternak, agar peternak tidak terseret arus”. “Harga ayam hari ini berkisar pada angka Rp 8.600,-, padahal HPP sudah mendekati angka Rp 13.000,-. Ini sungguh tidak masuk akal”, katanya.
Sayangnya, apa yang disampaikan Nono ini, masih saja menjadi wacana. Bahkan hingga tulisan ini dilansir, kata beberapa sumber harga ayam masih berkisar diangka Rp 12.000,- dengan CN market Rp 800,- hingga Rp 1.000,-. Padahal HPP masih diangka Rp 12.500,-.
Keprihatinan ini mendorong Ruri Sarasono (GOPAN), Yan Sudiyanto (GOPAN), Hari Santoso (GOPAN) dan Alimuddin (PPUI) menggelar diskusi kecil di BSD Tangerang, 06 Januari 2008. Dari diskusi yang juga dihadiri gopanindonesia.com itu, dilontarkan gagasan untuk menggalang pertemuan peternak se-Indonesia, khususnya peternak ayam broiler.
Menyatukan visi menegaskan misi
Dari apa yang dilontarkan dalam diskusi diatas, gopanindonesia.com kemudian menelusuri sejarah berdirinya GOPAN. Ternyata, salah satu tujuan yang sangat penting dari pembentukan GOPAN adalah melindungi dan memperjuangkan kepentingan UKM bidang peternakan unggas. Sehingga dengan dibentuknya lembaga ini, diharapkan terjadi hubungan usaha yang seimbang dan pasti, antara pihak pabrikan dan atau integrator sebagai peternak besar dan produsen, dengan peternak UKM. Sehingga lembaga ini dapat menekan sekecil mungkin, kemungkinan kesewenang-wenangan yang besar terhadap yang kecil, dan memperkuat posisi tawar peternak UKM sebagai konsumen.
GOPAN yang dibentuk melalui DEKLARASI JAKARTA, 11 Agustus 2004. melalui deklarasi itu, GOPAN yang merupakan induk dari organisasi-organisasi peternak ayam nasional, menyatukan visi; ”Menjadikan usaha peternakan ayam yang tangguh di area persaingan pasar bebas”.
Dan menegaskan misi; Melaksanakan efisiensi usaha dalam upaya menciptakan daya saing produksi (Keunggulan komparatif dan kompetitif). Meningkatkan kesejahteraan para peternak ayam melalui peningkatan keterampilan dan pembinaan organisasi. Menciptakan peluang pasar di dalam dan luar negeri, melalui upaya-upaya peningkatan nilai tambah pasca produksi. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan pilar-pilar peternakan ayam yang lain.
Dari visi dan misi diatas, maka GOPAN akan selalu mengerucut pada tujuan pembentukannya yaitu; Menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat peternak ayam melalui organisasinya, serta mengembangkan komunikasi dan informasi baik secara internal dengan organisasi anggota eksternal dengan pemerintah dan komponen masyarakat perunggasan lainnya.
Tujuan berikutnya yaitu; Bersama pemerintah berupaya mengatasi berbagai kendala dan permasalahan yang menghambat proses pencapaian tujuan pembangunan perunggasan. Memberikan sumbang saran bagi perumusan dan pelaksanaan kebijakan dalam pengaturan, pembinaan, pengawasan, serta membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan usaha perunggasan. Serta kegiatan lain yang bermanfaat bagi anggotanya.
Nah, dari paparan diatas, maka kini saatnya untuk menyatukan visi dan menegaskan misi GOPAN demi memantapkan khittoh GOPAN sebagai wadah perjuangan dan aspirasi peternak ayam nasional. Saptono Adi Muryanto
Kiranya kita semua sepakat bahwa, fundamental pembangunan manusia Indonesia seutuhnya ditentukan oleh tiga pilar utama yaitu; 1 Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berjenjang, 2 Pelayanan kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan, dan 3 Yang kesemuanya itu ditopang dengan asupan pangan berkualitas, utamanya protein hewani.
Pemerintah nampaknya juga telah memahami tiga pilar ini. Hanya permasalahannya untuk pilar ketiga, pemerintah belum secara eksplisit memberikan perhatiannya kepada upaya peningkatan asupan protein hewani. Sektor pendidikan misalnya, oleh pemerintah bahkan telah diamanatkan -melalui undang-undang- 20% dari APBN dialokasikan untuk sektor ini. Sektor kesehatan juga tidak lepas dari perhatian pemerintah.
Demikian pula dengan swasta. Kita bisa melihat dari program CSR (Corporate Social Resposibility) yang dilaksanakan swasta. Pada umumnya swasta mengambil tiga pilar yaitu; pendidikan, kesehatan dan sayangnya pilar yang ketiga adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup. Hal ini tidak salah, karena isu lingkungan hidup sedang menjadi isu sensitif kaitannya dengan isu global warming yang sedang hangat dewasa ini.
Sekali lagi, semua hal diatas tidak salah. Hanya kurang spesifik dan tidak tegas. Lantas siapa harus menegaskan dan peduli dengan pilar ketiga ini? Bila pertanyaan ini diajukan, maka jawabnya jelas. Yang pertama-tama harus menegaskan dan peduli adalah masyarakat peternakan, khususnya perunggasan. Masyarakat perunggasan harus mempelopori kepedulian semua komponen bangsa, untuk terus mempromosikan pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani khususnya unggas.
Mengapa unggas?
Karena produk unggas adalah satu-satunya sumber protein hewani yang bisa disediakan dengan cepat dan murah. Bahkan dengan kelebihannya ini, terbukti asupan protein hewani asal unggas, menempati porsi 80% dari total asupan protein hewani masyarakat Indonesia.
Melalui tulisan ini penulis ingin tegaskan bahwa, hal ini bukan semata untuk kepentingan industri perunggasan. Lebih dari pada itu, kepedulian ini harus dipahami sebagai upaya anak bangsa yang peduli kepada pembangunan bangsanya. Tengoklah bagaimana peningkatan konsumsi daging ayam dan telur Malaysia. Bandingkan dengan Indonesia. Dan lihatlah, bagaimana Malaysia memperoleh kemajuan SDM-nya melebihi Indonesia. Tengok pula bangsa-bangsa maju di dunia. Mereka adalah bangsa dengan tingkat asupan protein hewani tinggi. Jadi, bangunlah raga bangsa ini dengan ayam.
Saatnya bergerak rangkul semua pihak. Himpun dana pemerintah maupun swasta. Promosikan konsumsi daging ayam dan telur.