Drs Saidi Sigit Prabowo/Ketua PPUN/foto;Saptono Adi Muryanto
Bogor/GopanIndonesia. PPUN adalah salah satu anggota GOPAN yang sangat aktif menggelar berbagai kegiatan. Pada Selasa, 4 Agustus 2009 lalu PPUN kembali menggelar silaturrahim bulanan untuk memelihara tali persaudaraan antar peternak. Acara dibuka dengan sambutan ketua PPUN, Drs Saidi Sigit Prabowo. Pada kesempatan itu, Sigit mengucapkan selamat datang kepada peserta dan terima kasih kepada PT Mensana Aneka Satwa, yang telah bersedia menjadi sponsor pada gelaran kali ini.
Ada dua poin yang menjadi stressing pada pertemuan kali ini. Yaitu; pertama isu harga dan kelangkaan DOC, yang kedua tentang disahkannya RUU PKH menjadi UU PKH No 18/Tahun 2009. Sebagaimana disampaikan Ir Sugeng Wahyudi, kelangkaan DOC harus disikapi secara organisatoris oleh asosiasi peternak ayam dalam hal ini PPUN dan GOPAN. “Kelangkaan DOC menyebabkan peternak besar dan menengah berkurang jatah DOCnya, dan peternak kecil tidak kebagian”, kata Sugeng. “Hal ini harus menjadi perhatian kita”, lanjutnya.
Dan soal UU PKH Tri Hardiyanto selaku ketua GOPAN, mengingatkan agar PP yang akan melengkapi UU PKH benar-benar berpihak kepada peternak anggota GOPAN. “Peternak harus ikut mengawal terbentuknya PP yang akan menjadi acuan teknis UU PKH itu”, pesannya.
Di dalam UU PKH, perunggasan (termasuk yang dikelola anggota GOPAN) sudah masuk pada katagori industri. “Struktur industri perunggasan versi UU PKH, masih mengakui adanya eksistensi UK dan UM. UK bukan berarti gurem, namun sudah pada katagori industri yang efisien”, sambung Tri. Untuk mengantisipasi semua itu, Tri selaku ketua GOPAN, meminta kepada PPUN untuk membentuk ad hoc/tim kecil untuk secara intensif membahas perihal dimaksud. Saptono Adi Muryanto/
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Tim Romindo saat menyampaikan presentasi produk. foto; Saptono Adi Muryanto
Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Bogor adalah salah satu organisasi peternak ayam yang tergolong aktif. Bahkan Ketua GOPAN Ir H Tri Hardiyanto mengatakan, PPUN adalah anggota utama GOPAN. Sebagaimana tradisi PPUN, pada 29 April 2009 lalu organisasi yang diketuai oleh Drs S Sigit Prabowo ini menggelar ramah-tamah. Berlangsung di Gumati café Bogor, acara ini disponsori oleh PT Romindo Primavetcom.
Drh Eko Prasetyo, kepada GopanIndonesia.com mengatakan, partisipasi aktif Romindo dalam kegiatan peternak berangkat dari komitmen Romindo untuk selalu memberikan yang terbaik. “Memberikan yang terbaik disini, berarti Romindo akan selalu memberikan produk terbaik, yang juga diiringi oleh service terbaik”, paparnya.
Bahtera perunggasan
Usai presentasi dari Romindo, Sigit menyampaikan sambutan. Pada kesempatan itu Sigit mengatakan, perunggasan Indonesia ibarat bahtera yang di nahkodai bersama oleh dua suplier besar, diawaki oleh suplier lainnya dan peternak berada pada posisi penumpang. “Oleh karena itu saya berharap, agar para nahkoda dan awak bekerja dengan memperhatikan penumpangnya”, kata Sigit.
Sementara itu Tri Hardiyanto mengatakan, di dalam struktur industri perunggasan nasional, yang besar tidak selamanya kuat. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga soliditas di antara semua insan perunggasan. “Mari kita kembangkan lobi (baca; silaturrahim) diantara stakeholder, agar komunikasi bisa berjalan dengan lancar dan saling menguntungkan“, pesan Tri Hardiyanto. “Dan jangan lupa, selalu jaga performance produksi, karena disitulah kunci sukses usaha kita”, tegasnya. Saptono Adi Muryanto
Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) sukses menggelar kongresnya yang kedua. Berlangsung di Bogor, 18 Maret 2009 Drh Anas Sudjatmiko selaku ketua PPUN Periode 2004 s/d 2009, berhasil menyampaikan laporan pertanggungjawabannya (LPJ) dengan lancar dan baik. Secara aklamasi peserta kongres menyatakan menerima LPJ nya itu.
Kepengurusan periode Anas ini, bukanlah periode yang mudah. Sesaat setelah pelantikan, Anas langsung dihadapkan dengan kasus Avian Influenza (AI) yang sedang menjadi pusat perhatian publik saat itu.
Permasalahan semakin rumit, karena rumor yang berkembang tidak menyentuh pokok permasalahan, melainkan telah bergeser ke ranah isu yang meresahkan masyarakat konsumen. Isu ini sangat memukul peternak karena dampaknya telah memorak-porandakan harga pasar.
“Perunggasan terguncang bukan karena kematian ayam dikandang, melainkan karena hancurnya harga ayam di pasar akibat informasi yang tidak tepat”, kata Anas.
Permasalahan yang juga penting adalah permasalahan terkait struktur pasar dan penanganan pasca panen. Permasalahan ini bersifat krusial namun belum bisa terselesaikan dengan baik. Akibatnya, pasar ayam hidup menjadi rentan terhadap gejolak harga pasar.
Namun selama kepemimpinan Anas, PPUN tidak menyerah. PPUN secara berkala menggelar pertemuan rutin seluruh anggota PPUN dan stakeholder lainnya, setiap bulan pada minggu ke 3 (tiga). Bertujuan untuk mengetahui perkembangan pasar atau informasi lainnya. Pertemuan ini bersifat dialogis, sehingga para anggota PPUN memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pandangan dan analisa pasar yang dimilikinya.
Upaya lain yang juga giat dilakukan adalah upaya-upaya untuk memperlebar ‘kue’ pasar perunggasan, dengan cara promosi dan edukasi.
Semua program diatas menurut Anas sudah berjalan meskipun belum optimal. “Semua ini berkat dukungan pemerintah, khususnya Ditjennak Deptan RI yang cukup akomodatif dan aspiratif”, kata Anas. “Tidak ketinggalan dukungan stakeholders bidang perunggasan yang juga dinamis”, sambungnya.
Pada kesempatan itu juga, Tri Hardiyanto selaku Ketua Umum GOPAN menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Anas yang telah memimpin PPUN dengan baik.
PPUN untuk kepengurusan periode 2009 s/d 2014 akan dipimpin oleh Drs Sigit Prabowo. Saptono Adi Muryanto
Susunan Pengurus PPUN Periode 2009 2014
Dewan Penasehat:Ir Tri Hardiyanto Sugeng Adrianus SH Drh H Anas Sudjatmiko
Dewan Pengawas : Ir Setya Winarno Danu
Ketua PPUN : Drs. Sigit Prabowo
Wakil Ketua : Ir H Muslikhin
Sekjen PPUN : Ir. Bambang Ismono
Bendahara : Ir. Hery Wibowo
Ketua Bidang Produksi
dan Budidaya: Ir. H Wismaryanto Ketua Bidang Pemasaran : Ir Ahmad Johar Ketua Bidang Humas : Ir Djoko Supranoto Ketua Bidang Riset
dan Data: Zulham Ariansyah Ketua Bidang Promosi dan Pengembangan Anggota : Drh Aman Irianto
Pengurus PPUN berfoto bersama setelah menggelar rapat panitia kongres. Foto; Saptono Adi Muryanto/gopanindonesia.com
Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) adalah salah satu asosiasi perunggasan yang menjadi anggota Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN). Sebagaimana jamaknya asosiasi, PPUN secara reguler juga menggelar kongres. Kongres tahun 2009 ini adalah kongres yang ke II kongres ini direncanakan digelar tanggal 18 Maret 2009 di RM Delima Bogor Jawa Barat. “Sudah dilakukan survey hingga ke 20 tempat”, kata Kadma pada rapat 26 Pebruari 2009 di sekretariat PPUN Bogor.
Penjaringan Ketua
Inti dari kongres adalah pemilihan ketua dan pergantian pengurus. Untuk itu, penjaringan ketua sudah dilakukan sejak bulan Januari 2009 lalu, melalui sms yang dikoleksi oleh sekretariat PPUN. Adapun nama-nama kandidat sudah ada ditangan panitia.
Kongres akan mengundang stakeholder perunggasan lokal maupun nasional. Serta media perunggasan nasional maupun media umum lokal. Saptono Adi Muryanto
Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi, regenerasi atau penyegaran pengurus adalah suatu keharusan. Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Bogor Jawa Barat, sebagai salah satu organisasi anggotaGabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), segera melaksanakan tradisi rutin tersebut.
Sebagai langkah awal pada tanggal 4 Februari 2009 lalu di Bogor, PPUN menggelar pertemuan. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memersiapkan Musyawarah Organisasi (Musorga) sekaligus konsolidasi anggota PPUN kaitannya dengan usaha bidang perunggasan yangditekuninya.
Drh Anas Sudjatmiko selaku ketua PPUN mengatakan, Musorga ditargetkan bisa digelar pada bulan April 2009. “Untuk itu persiapan Musorga harus dimulai dari sekarang”, Kata pimpinan Rancamaya Farm ini.
Selanjutnya, Anas dengan persetujuan anggota PPUN yang hadir menunjuk Ir Sugeng Wahyudi sebagai ketua panitia. Kemudian, Anas memersilahkan Sugeng untuk menunjuk teman-teman anggota PPUN agar bisa membantunya dalamkepanitiaan.
Setelah ditunjuk, Sugeng langsung meminta segenap anggota PPUN untuk mengirimkan SMS kepada staf sekretariat PPUN (Trisno) untuk menentukan bakal calon ketua PPUN nantinya.
Hadir pada kesempatan itu, Ir H Tri Hardiyanto selaku ketua umum GOPAN. Dalam kata sambutannya Tri Hardiyanto berpesan agar peternak menguatkan pola pikir sebagai peternak. “Peternak tidak boleh terpaku pada aspek budidaya ditingkat farm saja. Peternak juga harus mampu menangkap peluang usaha peternakan unggas ini secara luas”, katanya. “Contoh peluang yang bisa dikerjakan peternak adalah peluang untuk menyuplai pabrik pakan dengan jagung produksi peternak”, pungkasnya. Saptono Adi Muryanto