No account yet? Register

Image
Ayam Tiren Merusak Harga Ayam PDF Print E-mail
Written by Gopan Indonesia   
Thursday, 27 August 2009

 

JAKARTA-Dinas Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat mengamankan sekira 400 ekor ayam mati kemarin (tiren) dari beberapa lokasi selama bulan Ramadan ini.

Kepala Suku Dinas Pertanian dan Peternakan Jakpus, Djaelani, menyatakan pihaknya sudah memusnahkan 400 ekor ayam tiren dengan cara dibakar di mesin incnerator.

Ayam tiren tersebut disita dari 16 titik penampungan ayam di Jakpus, di antaranya di Cempaka Putih, Johar Baru, dan Pasar Senen.

Djaelani menambahkan Suku Dinas Pertanian dan Peternakan Jakpus mencegah daging ayam tiren beredar di pasaran dan memperketat pengawasan ayam di lokasi penampungan.

"Peningkatan pengawasan ayam tiren, dilakukan untuk mencegah agar ayam yang sudah tidak layak konsumsi, tidak beredar di pasaran dan tidak dikonsumsi masyarakat," kata Djaelani di Gedung Balaikota Jakpus, Selasa (25/8/2009).

Dia menambahkan, jika pengawasan tidak ditingkatkan, dikhawatirkan ayam tiren tersebut disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.

Menurut Djaelani, ayam-ayam itu mati, dalam perjalanan dari daerah asalnya, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun di lokasi penampungan.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap peredaran ayam tiren di pasaran. Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pedagang yang menawarkan daging ayam dengan harga murah, terlebih lagi di bulan puasa.

"Jika ada pedagang menawarkan dengan harga murah, sebaiknya kita curiga," tandasnya. Disini ayam tiren berpotensi merusak harga ayam.

Ciri-ciri ayam tiren, antara lain, aroma daging agak amis, terdapat bercak darah di kepala atau leher, dan dagingnya berwarna pucat.

Sementara daging ayam yang baik, dagingnya tidak bau dan warnanya putih bersih, serta tidak terdapat bercak darah.

Saat ini Sudin Pertanian dan Peternakan Jakpus juga intensif melakukan pengawasan untuk mengecek daging gelonggongan dan oplosan yang biasanya marak menjelang Ramadan dan lebaran. Okezone.com

 

Read more...
 
BMT Amaliyah Dewi Resmi Dibuka PDF Print E-mail
Written by Gopan Indonesia   
Tuesday, 28 April 2009

Image

(Kika) Ir H Tri Hardiyanto, Ibu Hj Dewi Koentari dan Ir Ruri Sarasono (paling kanan) 

Setelah sempat tertunda beberapa minggu, akhirnya BMT Amaliyah Dewi (BMT AD) Sabtu 25 April 2009, resmi di buka. Pembukaan BMT AD ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, oleh Ibu Hj Dewi Koentari. Untuk diketahui, nama ‘Dewi’ tidak lain adalah nama Ibu Dewi Koentari yang merupakan ibu kandung dari Ir Ruri Sarasono.  

Didalam struktur manajemen BMT AD, Ruri bertindak sebagai ketua dewan pengurus, Drh H Anas Sudjatmiko bertindak sebagai ketua dewan pengawas dan M Irfan sebagai manajer.

BMT adalah singkatan dari Baitul Maal wa Tamwil. Suatu lembaga keuangan mikro syariah yang digerakkan awal tahun 90-an oleh para aktivis muslim yang resah melihat kebijakan ekonomi yang tidak berpihak kepada masyarakat lemah.

Sedangkan berdirinya BMT AD diinisiasi oleh Ir H Tri Hardiyanto selaku ketua Umum GOPAN. Ruri bercerita, saat itu Pak Tri mengatakan, bila kita memiliki sejumlah modal apa yang bisa kita lakukan? “Pertanyaan itu, bergulir dan munculah ide pendirian BMT AD", kata alumnus Fapet IPB itu.  

Nama Amaliyah Dewi diambil karena gedung yang ditempati merupakan hasil pemberian ayah Ruri. Dan nama itu sudah mendapat persetujuan dari Ibu Dewi serta para pendiri.

Dengan berdirinya BMT AD, Tri Hardiyanto selaku anggota pendiri berpesan agar BMT AD benar-benar memiliki keberpihakan kepada masyarakat kecil. “Yang terpenting adalah niat kita untuk beribadah kepada Allah SWT”, Kata Tri. Saptono Adi Muryanto

Nama Amaliyah Dewi diambil karena gedung yang ditempati merupakan hasil pemberian ayah Ruri. Dan nama itu sudah mendapat persetujuan dari Ibu Dewi serta para pendiri.

Dengan berdirinya BMT AD, Tri Hardiyanto selaku anggota pendiri berpesan agar BMT AD benar-benar memiliki keberpihakan kepada masyarakat kecil. “Yang terpenting adalah niat kita untuk beribadah kepada Allah SWT”, Kata Tri. Saptono Adi Muryanto

Read more...
 
BMT Amaliyah Dewi Resmi Dibuka PDF Print E-mail
Written by Gopan Indonesia   
Tuesday, 28 April 2009


Setelah sempat tertunda beberapa minggu, akhirnya BMT Amaliyah Dewi (BMT AD) Sabtu 25 April 2009, resmi di buka. Pembukaan BMT AD ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, oleh Ibu Dewi Koentari. Untuk diketahui, nama ‘Dewi’ tidak lain adalah nama Ibu Dewi Koentari yang merupakan ibu kandung dari Ir Ruri Sarasono.  

Didalam struktur manajemen BMT AD, Ruri bertindak sebagai ketua dewan pengurus dan Drh H Anas Sudjatmiko bertindak sebagai ketua dewan pengawas dan M Irfan sebagai manajer.

BMT adalah singkatan dari Baitul Maal wa Tamwil. Suatu lembaga keuangan mikro syariah yang digerakkan awal tahun 90-an oleh para aktivis muslim yang resah melihat kebijakan ekonomi yang tidak berpihak kepada masyarakat lemah.

Sedangkan berdirinya BMT AD diinisiasi oleh Ir H Tri Hardiyanto selaku ketua Umum GOPAN. Ruri bercerita, saat itu Pak Tri mengatakan, bila kita memiliki sejumlah modal apa yang bisa kita lakukan? “Pertanyaan itu, bergulir dan munculah ide pendirian BMT AD.  

Nama Amaliyah Dewi diambil karena gedung yang ditempati merupakan hasil pemberian ayah Ruri. Dan nama itu sudah mendapat persetujuan dari Ibu Dewi serta para pendiri.

Dengan berdirinya BMT AD, Tri Hardiyanto selaku anggota pendiri berpesan agar BMT AD benar-benar memiliki keberpihakan kepada masyarakat kecil. “Yang terpenting adalah niat kita untuk beribadah kepada Allah SWT”, Kata Tri. Saptono Adi Muryanto

Last Updated ( Tuesday, 28 April 2009 )
Read more...
 
Menyimak Reinkarnasi Novartis Menjadi Novindo PDF Print E-mail
Written by Gopan Indonesia   
Monday, 22 December 2008
 

Sejarah Novartis di Indonesia berawal dari berdirinya PT Ciba Geigy Indonesia pada tahun 1968. Pada Th 1989, Ciba mengaquisisi Squibb Animal Health. Dan pada tahun 1996, Ciba merger dengan Sandoz menjadi PT Novartis Agro Indonesia. Berkembang pada tahun 2000, Divisi Animal Health dan Divisi Crop Protection yang ada di Novartis Agro di pisah menjadi Divisi Crop Protection yang kemudian bergabung ke PT Astra Zeneca dan Divisi Animal Health bergabung ke PT Novartis Biochemie. Di tahun 2006, tepat memasuki sepuluh tahun setelah merger global, PT Novartis Biochemie berubah nama menjadi PT Novartis Indonesia.

 

Memasuki tahun 2008, Divisi Animal Health PT Novartis Indonesia di MBO (Management By Out) oleh management lama yang ada di Novartis Indonesia. Dengan melalui proses MBO itulah, pada Oktober 2008 Novindo terbentuk sebagai perpanjangan tangan dari PT Novartis Indonesia dan Principal lainnya di Indonesia.

 

Nama panjang Novindo adalah PT NOVINDO AGRITECH HUTAMA yang secara resmi telah diluncurkan di The Sultan Hotel, 9 Desember 2008 lalu. Hadir pada acara itu para peternak kommercial, breeder dan broiler. Hadir pula, praktisi Kemitraan, perwakilan industri pakan ternak. Pihak distributor yaitu, PT Indovetraco Makmur Abadi & CV Mitra Bhuwana Mandiri. Serta principal, Novartis Indonesia, Novartis Thailand, Janssen Animal Health, ICA Lab, Bell Laboratory dan  Zagro.

 

Tidak ketinggalan, instansi pemerintah, mulai dari perwakilan Deptan, Subdit Obat Hewan, Dinas Peternakan dan BBPMSOH juga turut hadir. Bahkan ketua ASOHI, Gani Haryanto beserta jajarannya juga nampak hadir.

 

Siapa Novindo

 

Novindo merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang peternakan yang terdaftar sebagai importir dan distributor obat hewan. Novindo akan mempertahankan nama yang baik selama di Novartis dan memperkuat nama Novindo sebagai company yang mempunyai reputasi baik dan berpengalaman di bidangnya.

 

Novindo akan menjadi perpanjangan tangan dari para principal yang bertanggung jawab dalam mendistribusikan dan mengembangkan produk-produk yang di percayakan oleh para principal. Saptono Adi Muryanto

Read more...
 
FAO Gelar Workshop Pengendalian AI PDF Print E-mail
Written by Gopan Indonesia   
Monday, 22 December 2008

Image 

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan – Departemen Pertanian RI, kasus FB pada manusia di Jawa bagian barat masih berada pada level tertinggi pada Januari 2006, 2007, 2008. Tercatat pada bulan Januari 2008, lebih dari 10 orang dilaporkan konfirm AI. Sementara di daerah diluar Jawa bagian barat hanya mencapai kurang dari dua orang. Fenomena ini mungkin terkait dengan pola tahunan kasus AI pada unggas di Lampung, Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta yang selalu meningkat pada bulan Desember-Februari.

 

Bertolak dari data diatas, Jawa bagian barat yang meliputi Propinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten akan mendapat perhatian khusus dari FAO pada tahun 2009. Untuk itu, melalui ”Workshop Koordinasi untuk Intensifikasi Pengendalian AI di Jawa bagian barat”, di Jakarta tanggal 16 - 17 Desember 2008, berbagai langkah ditetapkan.

 

Beberapa langkah penting

 

Beberapa langkah penting diantaranya adalah, meneruskan penerapan program kompartementalisasi dan zoning pada sektor satu dan dua. Program kompartementalisasi dan zoning ini akan dilanjutkan dengan target waktu pelaksanaan di bulan November 2008 s/d November 2009. Target wilayah Purwakarta dan Subang, dengan mitra kegiatan MBAI, CP, Leong, Samsung, dan Metro. Kegiatan akan memanfaatkan sumber dana dari swasta dan pemerintah serta lembaga donor.

 

Dana swasta akan digalang melalui program CSR, dan langkah yang juga fundamental adalah promosi peningkatan konsumsi produksi unggas. promosi akan dilaksanakan pada periode Januari 2009 s/d Des 2009. Dana kampanye akan diambil dari swasta, pemerintah dan lembaga donor.

 

Urgensi promosi konsumsi daging ayam dan telur

 

Poin kegiatan promosi, diusulkan GOPAN melalui grup lima, yang membahas sub bahasan ”Kemitraan Dengan Industri Komersial”. Dari diskusi dan pembahasan yang berlangsung, berhasil direkomendasikan agar semua upaya pengendalian AI dibarengi dengan kegiatan kampanye konsumsi daging ayam dan telur. Hal ini harus dilakukan untuk membangun citra positif perunggasan dan melawan ”Chicken Paradog”. Sebagaimana kita ketahui, Chicken Paradog selalu terjadi saat wabah AI menjadi sorotan pers nasional.

 

Chicken Paradog adalah fenomena menurunnya tingkat konsumsi daging ayam masyarakat akibat termakan oleh isu AI. Padahal justru hal ini akan berakibat sebaliknya, dimana bila asupan protein hewani, khususnya dari produk unggas dikurangi, maka akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga dengan demikian, masyarakat akan mudah terserang penyakit, termasuk AI.

 

Mengapa harus produk unggas? Siswono Yudo Husodo pada seminar Perunggasan Asohi, di Jakarta tanggal 11 Desember 2008 mengatakan, 80% kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia, dipenuhi oleh produk unggas. Mengapa demikian? Siswono menjelaskan, bahwa produk unggas adalah satu-satunya produk protein hewani yang berkualitas tinggi yang bisa diproduksi dalam waktu cepat dan murah.

 

Dengan demikian, promosi untuk meningkatkan konsumsi produk unggas selayaknya menjadi bagian integral dari upaya pembebasan Indonesia dari penyakit Avian Influenza. Baik pada hewan maupun pada manusia. Saptono Adi Muryanto    

Last Updated ( Monday, 22 December 2008 )
Read more...
 
RocketTheme Joomla Templates